Cryptocurrency

Apa Itu Keuangan Terdesentralisasi dan Kaitannya Dengan Hacking Baru-Baru Ini?

Baru-baru ini, sekitar 200 juta dolar mata uang kripto yang berbasis di Singapura yaitu KuCoin diretas dan telah menjadi berita panas atau topik finansial yang utama. Akan tetapi, perbedaan antara hacking money laundry yang satu ini dengan yang lainnya adalah adanya pemanfaatan secara terang-terangan hacker dari perbatasan mata uang kripto yang baru dan menjadi favorit dari semua orang yang disebut keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance atau DeFi.

Keuangan Terdesentralisasi dan Kaitannya Dengan Hacking
Keuangan Terdesentralisasi dan Kaitannya Dengan Hacking

Adanya Hacking Dalam Keuangan Terdesentralisasi

Para peretas KuCoin ini pasti mempunyai suatu momen baaik setelah outlet media kripto yang bernama Cointelegraph merilis atau mempublikasikan Regulatory Risk Grow for DeFi as “money laundering haven” beberapa minggu lalu. Umumnya, sepertinya inovasi muncul di bidang keuangan itu terjadi di dalam proses keuangan terdesentralisasi atau DeFi. Cobalah untuk membayangkan mendesain kembali seluruh produk keuangan itu mulai awal, maka kemungkinannya pun tidak terbatas lagi.

Dengan sekitar kurang lebih 1 milyar dolar terkunci di dalam DeFi di awal tahun ini, angka itu rupanya telah meningkat dengan sangat pesat bahkan sudah mulai mendekati 10 miliar dolar dan itu sekitar 10 kali peningkatan. Ini merupakan sektor yang masih begitu muda dimana sebagian besar dari operatornya bahkan tidak melebihi dari 9 bulan dan tentu akan ada kesalahan. Seperti yang sudah sering terjadi, inovasi ini pun datang dengan berbagai macam resiko seperti adanya nol syarat untuk KYC/AML bagi pengguna platform peminjaman kripto yang terdesentralisasi.

Tidak ada sama sekali pengamanan yang diletakkan ketika memantau berbagai transaksi keuangan sehingga adanya sanksi pembiayaan proliferasi bisa dilanggar oleh para pemburu barang murah. Kurangnya perlindungan yang paling dasar ini telah membuat seluruh lingkungan yang berkembang ini pun lebih beresiko dari para hacker jahat dan beberapa proyek DeFi tersebut diperlakukan sebagai skema money laundering atau pencucian uang apabila diadakan di tingkat VASP yang akan mengekspos beberapa tim hebat yang semuanya terlibat di dalam resiko dari money laundering dan pendanaan teroris.

Perlindungan Investor Diperlukan Pada Keuangan Terdesentralisasi DeFi

Hacker dari KuCoin kemudian mengibarkan bendera ketika mereka mengambil jutaan dolar ke dalam bentuk token sintetis menuju DEX atau bursa terdesentralisasi yang terbesar, Uniswap maupun penyedia layanan pertukaran DeFi lainnya seperti KyberSwap. Acara KuCoin ini bukan yang pertama melihat adanya penipuan maupun peretasan yang masuk menuju DeFi. Hal tersebut bukan bermaksud untuk mengatakan bahwa DeFi buruk sebab sesungguhnya banyak orang yang berpikir akan ada inovasi yang besar di dalam dunia keuangan yang tengah terjadi disana dan juga transparansinya.

DeFi ini merupakan kode yang diatur oleh kode itu. Sebenarnya intervensi dari manusia bila dipikirkan secara teori itu sangat rendah dan tindakan apa saja harus dilakukan untuk dapat melindungi para investor dan wajib dimasukkan dalam protokol tersebut. Hal itu bisa mencakup berbagai macam persyaratan maupun kebijakan dari manajemen resiko yang ketat untuk dapat memperhitungkan kurangnya pengawasan kredit dan manusia. Namun bagi para pengembang yang membuat kode protokol itu, Anda bisa melihat hal buruk dalam penskalaannya.

Faktanya adalah terdapatresiko bahwa kepatuhan yang ada di dalam DeFi itu nantinya akan saling berlawanan arah sesuai dengan Primitive Ventures yang dicatat oleh Dovey Wan dimana seluruh DeFi merupakan pencampur yang alami dengan nilai selip yang rendah dan artinya adalah sistem ini pun bisa disalahgunakan dengan mudah karena adanya kode bawaan tersebut. Hanya masalah waktu saja sebelum adanya peraturan jelas yang diberlakukan ke dalam keuangan desentralisasi kripto untuk mengurangi hal buruk yang bisa terjadi.

Bahkan peretasan yang terjadi saja juga menunjukkan betapa transparannya dan betapa cepat pertukaran yang terpusat ini dan sejalan dengan adanya persyaratan AML yang sudah berkaitan dengan aliran dana ilegal hacker.

Andre Herlambang

Seorang pemerhati bisnis yang sangat mengidolakan bill gates, saat ini masih belajar merintis bisnis, baik bisnis online maupun bisnis offline. Sangat tertarik dengan trading saham, dan Selalu membaca berita seputar Bursa Efek Indonesia setiap pagi...

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button