Bisnis

Direktorat Jenderal Pajak Terima Rp 97 Miliar dari 6 Entitas Global

Sekitar Rp 97 miliar setoran pajak yang berasal dari 6 perusahaan global masuk secara langsung pada Direktorat Jenderal Pajak atau DJP yang berada tepat di bawah naungan Kementerian Keuangan. Keenam perusahaan tersebut telah ditunjuk sebagai perusahaan pemungut PPN atas beragam transaksi digital yang dilakukan di luar negeri. Hestu Yoga Saksama sebagai Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat atau P2 Humas memberikan pernyataan.

Direktorat Jenderal Pajak Terima Rp 97 Miliar dari 6 Entitas Global
Direktorat Jenderal Pajak Terima Rp 97 Miliar dari 6 Entitas Global

Direktorat Jenderal Pajak Terima PPN dari 6 Perusahaan Global

Ketika ditanya mengenai perkembangan dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN PMSE, Yoga menjelaskan jika terdapat 6 perusahaan gelombang pertama yang telah menyetorkan PPN langsung yang sudah mereka pungut dengan nominal Rp 97 Miliar pada Direktorat Jenderal Pajak atau DJP. Keenam perusahaan global itu kemudian dibeberkan oleh Yoga diantaranya adalah Spotify AB, Netflix International B.V, Google LLC, Google Ireland Ltd, Google Asia Pacific Pte. Ltd dan juga Amazon Web Service.

Keenam perusahaan tersebut sudah ditunjuk secara resmi oleh pemerintah sebagai gelombang pertama pada bulan Juli awal di tahun 2020 yang lalu. Yoga pun juga menambahkan bahwa hari Jumat kemarin tanggal 09 Oktober 2020, otoritas sudah menunjuk sekitar delapan lagi perusahaan global yang lainnya untuk menjadi pemungut PPN atas jasa, pelayanan termasuk barang digital yang datang dari luar negeri kemudian dijual kembali kepada pelanggan yang tinggal di wilayah Indonesia.

Dengan adanya tambahan delapan perusahaan global tersebut, maka nominal jumlah total dari perusahaan pemungut PPN untuk produk digital yang asalnya dari luar negeri itu adalah sekitar 36 perusahaan atau entitas. Yoga pun juga memiliki harapan jika semua perusahaan yang sudah memasuki dan memenuhi kriteria seperti penjualan dalam setahun sekitar Rp 600 juta maupun sekitar Rp 50 juta setiap bulannya supaya lebih berinisiatif lagi sekaligus memberikan informasi sendiri kepada DJP.

Diharapkan PPN akan Bertambah Pada Direktorat Jenderal Pajak Setelah Penambahan 8 Entitas Baru

Hal itu sangat perlu untuk dilakukan supaya semua proses persiapan dalam penunjukkan termasuk dengan adanya sosialisasi satu per satu bisa dilaksanakan segera. Bahkan banyak masyarakat yang juga merasa penasaran dengan delapan entitas baru yang ditunjuk untuk menjadi pemungut PPN ini. Mereka bisa mulai memungut pajak pada konsumen di wilayah Indonesia bulan depan November 2020. Yoga pun juga menjelaskan bahwa nominal jumlah PPN yang perlu dibayarkan oleh pelanggan itu adalah sekitar 10% dari harga ketika belum kena pajak.

Bahkan jumlah tersebut juga perlu untuk dicantumkan di lembar kuitansi maupun invoice yang semuanya diterbitkan oleh penjual untuk menjadi bukti memungut PPN. Yoga pun turut memberikan apresiasinya atas kerja sama maupun langkah yang proaktif dari sejumlah perusahaan global yang sudah resmi ditunjuk menjadi pemungut PPN ini. Bahkan DJP pun berharap jika semua perusahaan turut inisiatif ikut jika seluruh syarat telah terpenuhi dengan baik tanpa harus diminta lebih dulu.

Sementara itu delapan perusahaan baru yang akan mulai menjadi pemungut PPN pada bulan November depan adalah Nexmo Inc, Coda Payments Pte. Ltd, To The New Pte. Ltd, UCWeb Singapore Pte. Ltd, Microsoft Regional Sales Pte. Ltd, Microsoft Corporation, Github, Inc dan juga Alibaba Cloud Singapore Pte. Ltd. Sejak tanggal 01 Oktober yang lalu, para perusahaan global itu sudah melakukan pemungutan untuk semua layanan maupun produk digital yang dijual di luar negeri kepada konsumen yang tinggal di wilayah Indonesia.

Dengan masuknya Rp 97 Miliar ke Direktorat Jenderal Pajak atau DJP, maka diharapkan dalam waktu dekat ini, jumlah PPN yang masuk akan semakin bertambah besar dengan total 36 entitas yang secara resmi akan mulai memungut pajak dengan 8 lainnya dimulai pada bulan depan.

Andre Herlambang

Seorang pemerhati bisnis yang sangat mengidolakan bill gates, saat ini masih belajar merintis bisnis, baik bisnis online maupun bisnis offline. Sangat tertarik dengan trading saham, dan Selalu membaca berita seputar Bursa Efek Indonesia setiap pagi...

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button