ForexSaham

Menetapkan Volume Transaksi Dalam Trading

Sebenarnya untuk menerapkan resiko maksimum dalam setiap transaksi kita bisa melakukannya dengan dua cara: mengatur stop­loss atau mengatur volume transaksi. Tetapi mengatur stop-loss biasanya kurang disukai karena pada umumnya stop-loss terkait dengan system trading dan cenderung sudah memiliki besaran tersendiri. Untuk itu yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur besarnya volume transaksi.

Misalkan Anda melakukan trading dengan kondisi Sebagai berikut:

– Equity sebesar $10,000

– Resiko maksimal sebesar 2%.

– Stop-loss yang biasa Anda gunakan adalah sebesar 50 pip.

Maka kerugian maksimum yang boleh terjadi untuk setiap transaksi adalah, 2% x $10,000 = $200. Sementara itu dengan stop­loss sebesar 50 pip maka nilai setiap pip untuk transaksi yang akan Anda lakukan adalah, $200 / 50 = $4 untuk setiap pip.

Dari nilai ini kita bisa menghitung volume transaksi maksimum dengan cara membagi nilai setiap pip dengan 0,0001. Volume transaksi maksimum: $4 / 0,0001 = $40.0000 atau sama dengan 0,4

lot saja. Jadi kalau ada broker forex yang menetapkan batas minimum -transaksi sebesar 1 lot maka equity minimum yang harus disiapkan ntuk melakukan trading dengan manajemen resiko yang baik seharusnya tidak kurang dari $25,000!

Kurang dari itu, maka penerapan manajemen resiko yang baik menjadi tidak mungkin dan bisa dipastikan account tersebut tidak akan bertahan lama. Dari perhitungan di atas kita juga bisa menyimpulkan bahwa manajemen resiko yang baik menuntut seorang trader untuk bersikap realistis dalam menetapkan target profit dan resiko.

Rob Booker, salah seorang trader dan forex-trainer top dunia selalu menyarankan para trader untuk tidak mengambil resiko lebih dari 1% dalam setiap transaksi. Ini adalah saran yang bagus, sayangnya banyak trader mengabaikan hal ini karena tergiur untuk meraih profit yang besar.

Konsekuensinya, mau tidak mau terpaksa menerima resiko yang besar juga. Dalam situasi normal target profit dan resiko yang besar tidak menjadi masalah. Hanya menjadi masalah manakala terjadi situasi trading yang buruk, misalnya terjadi kesalahan dalam analisis dan prediksi atau muncul situasi tak terduga yang membuat pasar berbalik arah. Dalam banyak kasus, kondisi seperti ini akan menjadi kuburan buat para trader yang terbiasa mengambil resiko dan target besar.

Perlakukan ketentuan manajemen resiko yang baik ini seperti kewajiban mengenakan helm atau sabuk pengaman. Dalam situasi normal sepertinya penggunaan helm dan sabuk pengaman tidak berguna serta menghambat kebebasan. Tapi cukup sebuah kecelakaan akan membuat Anda berterima kasih telah menggunakannya.

Rahmat Sandjaya

Seorang pemerhati bisnis yang sangat mengidolakan bill gates, saat ini masih belajar merintis bisnis, baik bisnis online maupun bisnis offline. Sangat tertarik dengan trading saham, dan Selalu membaca berita seputar Bursa Efek Indonesia setiap pagi...

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button